Kamis, 02 Juni 2022

Persiapan Naskah Telemarketing




Naskah yang disiapkan memerlukan keterlibatan aktif dari penelepon. Penjual harus menghayati apa yang sedang dikatakan dan bagaiman harus mnegatakannya. Penggunaan kata-kata dan jeda untuk bernapas memerlukan disiplin yang diatur oleh naskah, bukan penelepon.
Untuk mendapatkan manfaat dari naskah yang disiapkan, penelepon harus memiliki keterampilan dalam menggunakan frasa terkendali untuk menginterupsi pola yang umum dan penekana vocal untuk menyampaikan pesan tersamar secara efektif.
Naskah telemarketing manfaat dari naskah yang disiapkan, penelepon harus memiliki keterampilan dalam mengunakan frasa terkendali untuk mengintrupsi pola yang umum dan penekanan vocal untuk menyampaikan pesan tersamar secara efektif.
Naskah telemarketing pada umumnya memiliki panjang frasa yang serupa dan sudah dapat dikendali oleh prospek, seperti :

Selamat siang, apa kabar Bapak hari ini?”
“Selamat pagi, saya dari PT ABC”
“Bisa saya bicara dengan Direktur?

Setiap kalimat pembuka ini berakhir dengan jeda. Frasa yang sudah dikenali berakhir dengan jeda, ini membentuk satu pola. Orang dapat menerka apa yang akan diaktakan selanjutnya, pada saat inilah biasanya orang memutuskan hubungan telepon.

Jelas bahwa dalam hal ini pola yang sudah dikenali tidak membantu Juru Jual untuk menjaga agar prospek tetap mendengarkan apa yang akan dikatakan selanjutnya; tidak menarik; dan tidak membantu dalam membangun hubungan, apalagi keakraban.
Menginterupsi sebuah pola akan mengubah perilaku secara drastis. Orang menjadi waspada, bingung, dan memerlukan penyelesaian. Contoh, jika Anda mengulurkan tangan kepada saya untuk berjabat tangan, tetapi saya diam saja memandangi tangan Anda. Apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak seorang pun tahu. Interupsi seperti ini adalah kunci pada bagian awal naskah Anda untuk membuat orang yang menerima telepon tetap mendengarkan anda, Contohnya:

"Halo, Saya Mega, dan PT Bale training menugaskan saya untuk berbicara dengan Bapak’ guna membantu Bapak untuk melihat bagainana Bapak bisa meningkatkan penjualan. Saya hanya perlu bicara dengan Bapak’ sekitar tiga menit dan kemudian Bapak boleh memutuskan apakah kami dapat membantu menghemat uang Bapak. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk berbicara dengan saya?”

Perhatikan kali ini tanda untuk bernapas (‘) telah ditambahkan untuk menuntun Juru Jual yang menggunakannya. Ini merupakan anjuran untuk saat-saat Anda mengambil napas bila diperlukan. Perhatikan, tidak satu pun dari tanda-tanda ini terletak pada akhir kalimat. Bernapas pada akhir kalimat merupakan pola yang sudah dikenali. Untuk menginterupsi pola ini diperlukan pola napas yang berbeda. Tanda napas merupakan teknik yang membantu untuk menuntun pemakaiannya.

Dengan menginterupsi pola, prospek menjadi bingung untuk sementara waktu dan terbuka terhadap masukan. Akibatnya pada pertanyaan terakhir (“Apakah saat ini yang tepat…?”), pikiran bawah sadar prospek memerlukan penyelesaian dan akan menghasilkan keinginan untuk berkata “ya”.

Menggunakan frasa seperti ini memang tidak alami. Ini perlu dipelajari dan dilatih. Satu cara interupsi pola yang mudah adalah berhenti sejenak setelah menyebutkan nama Anda:

“Halo. Saya  Mega Mawarni…”
Tunggu kira-kira dua detik sebelum melanjutkan. Prospek mungkin akan menanggapi “Halo Mega” atau diam saja. Apa pun tanggapannya, penjual telah menciptakan kehampaan dan rasa ingin tahu yang tanpa disadarinya mengundang  untuk berbicara lebih lanjut guna mengisi kekosongan dan melepaskan rasa tegangnya.

baca artikel kami selanjutnya jangan-berhenti-melakukan-follow-up
Ingin mendapatkan pembelajaran via video training kilik link berikut keterampilan-menulis-bisnis-yang-lebih-baik

untuk informasi pelatihan, bisa menghubungi kami di 0813 1161 2406; email : baletraining@gmail.com ; website www.baletraining.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar