Two Day In House Training
Kunjungi website kami www.baletraining.com
Coaching, Counseling & Feedback
Dalam konteks organisasi, seorang pimpinan unit kerja memiliki tanggung jawab dalam memastikan pencapaian sasaran unit kerjanya. Oleh karena itu, keberhasilan seorang pemimpin sangat besar dipengaruhi oleh sejauh mana ia bisa mengelola kinerja karyawan dalam proses pencapaian sasaran.
Dalam pekerjaan sehari-hari, karyawan senantiasa menghadapi peluang dan hambatan yang harus direspons secara tepat. Ketika mereka tidak dapat menyelesaikan masalah secara efektif (tidak bisa menunjukkan kinerja optimal) maka pemimpin perlu membantu dengan melakukan upaya-upaya yang diperlukan. Salah satu bantuan yang dapat diberikan untuk mengatasi masalah yang dihadapi karyawan adalah dengan melakukan coaching dan counseling.
Tujuan umum dari coaching dan counseling adalah bagaimana lahir KOMPETENSI bagi anggota (anak buah) yang berada di dalam unit kerjanya dengan jalan memfokuskan pengembangan anggota (anak buah), yang berorientasi pada memberikan kesempatan pada anggota melalui proses, komitmen yang terjaga pada anggota (anak buah).
Tujuan dan Manfaat Pelatihan
- Peserta mengetahui berbagai teknik coaching dan feedback
- Peserta mampu menggunakan teknik coaching dan feedback dengan efektif
- Peserta mampu menempatkan coachee sesuai dengan teknik yang benar
Materi
1. Definisi dan konsep coaching, counseling & feedback
2. Mengapa harus menggunakan feedback dan coaching
3. Perbedaan feedback dan coaching
4. Skills yang harus dimiliki untuk feedback dan coaching
5. Simpati VS Empati
6. Directed and guided coaching
7. Syarat penggunaan coaching, counseling dan mentoring
Durasi
Lama Pelatihan adalah 2 hari
Waktu dan Lokasi
Tanggal 30-31 januari 2012 di Hotel
Investasi
Hanya Rp. 2.500.000,-/Peserta
(sudah termasuk Coffee Break + Lunch, modul dan sertifikat)
Early Bird sebelum 20 maret 2012 hanya Bayar Rp. 2.000.000,-
Untuk 5 Peserta dari perusahaan yang sama diskon 15% untuk semua peserta,
Special Bonus : (CD Audio Relax and Recharge) + Souvenir BALE TRAINING
Metode Pelatihan
1. Pemaparan materi menggunakan 100% modul bukan merupakan hasil duplikasi pelatihan lain dalam rangka menjaga orisinalitas dan mutu pelatihan.
2. Penyampaian dilaksanakan dengan pendekatan Neuro Linguistic Programming yang sangat efektif digunakan , dan hanya beberapa orang saja yang telah mampu mengimplementasikannya.
3. Penyampaian diberikan dengan Experiential Method, sehingga benar benar merupakan hologram kondisi yang sesuai dengan lingkungan kerja di organisasi Anda.
4. Penyampaian materi menggunakan akses Visual, Auditory, dan Kinestethic peserta baik secara multimedia, maupun manual learning.
5. Penyampaian materi senantiasa disampaikan dengan pendekatan Spiritual Quotient dan Emotional Quotient
6. Penyampaian materi bukan diberikan dengan cara pengajaran, melainkan proses reframming atau penciptaan persepsi baru yang mempengaruhi mindset dan belief peserta pelatihan.
![]() |
Games, Role Play, Group Discussion, Case Study, Simulation, Assignment
Peserta
Supervisor, pemimpin unit, pemimpin tim kerja, dan orang-orang yang tertarik untuk mengembangkan teknik coaching dan feedback.
Fasilitator
Tri Warsono, MM, CT NLP, CHt
1. Praktisi manajemen dan kepemimpinan selama 21 tahun di berbagai Multi National Companies (MNC).
2. Certified Trainer NLP (Neurolinguistic Programming).
3. Certified Hypnotist.
4. Certified Hypnotherapist.
5. Certified Behavioral Analyst.
6. Certified Professional Accessor.
Fasilitator Senior yang telah memiliki pengalaman kerja selama 21 tahun di berbagai perusahaan Multi National dalam mengoptimalkan kerja organisasi perusahaan menuju kualitas kinerja yang efektif dan efisien.
Sebagai praktisi manajemen yang cukup senior, beliau memiliki kompetensi dalam menjabarkan dan menjebatani antara berbagai konsep manajemen dengan strategi penerapannya di berbagai budaya organisasi, termasuk aspek apa yang akan menjadi penghambat di lapangan dan bagaimana strategi mengatasinya. Setiap pelatihan yang difasilitasi akan banyak memberikan aspek motivasi untuk penerapan di perusahaan dan bagaimana strategi memperkecil kemungkinan adanya hambatan yang akan dihadapi.
