Selasa, 28 September 2021

Work is Beautiful - Mukjizat dan Keindahan Dalam Memaknai Hidup dengan B...





kil link berikut untuk menonton video lengkapnya : https://www.udemy.com/course/work-is-beautiful/?referralCode=BEAFB18476F3D4782FD5

Sebagai profesional, adakalanya terpikirkan akan kejenuhan bekerja karena carrier pad yang tidak jelas, remunerasi yang tidak banyak meningkat dari tahun ke tahun, apalagi perusahaan saat ini sedang mengalami proses penurunan volume usaha. Sehingga kadang kerja hanya dirasakan sebagai beban dan pergi ke kantor hanya sekedar untuk dianggap tidak nganggur dihadapan rekan-rekan, saudara dan tentunya tidak punya penghasilan apapun juga. Mau ikut-ikutan membuka usaha; darimana modalnya? Gimana kalau bangkrut? Berapa lama bertahan usahanya? Apa mungkin dapat uang bulanan seperti gaji seperti saat ini? Dan berjuta pertanyaan yang menunjukkan kekurang-yakinan memulai usaha, dan intinya SUSAH dech...


Kenapa kita begitu bersemangat ingin bekerja? Bukankah masuk suatu bidang pekerjaan itu susah dan harus melalui berbagai jenis test yang tidak kepalang tanggung sulitnya. Lantas kenapa setelah bekerja lantas kita berniat untuk keluar (baik berpindah ataupun mau coba peruntungan dengan membuka usaha)? Kita jarang merenung bagaimana hari-hari pertama saat bekerja dulu menjadi hari-hari yang membangkitkan semua enzim-enzim kegairahan untuk berkarya. Dan tidakkah kita terbayang bahwa jika saya keluar saat ini dari perusahaan ini, akan banyak orang yang siap menggantikan kita?


Bekerja berarti kita berusaha bersahabat dengan Sang Waktu yang kadang terasa sulit akrab, tapi kadang justru menjadi kawan sejalan yang akan membawa kita menjadi sukses - tergantung kita bagaimana menyiasati persahabatan itu sendiri. Berapa lama yang termanfaatkan dengan baik dan seberapa luang dia terbuang dengan sia-sia. Ada kalanya ketegangan kerja menimbulkan stress. Tapi jika kita mampu mengelolanya, mengendalikan dan tahu solusi terbaik, maka justru akan menjadi wahana untuk kita tersenyum ketika semuanya bisa kita lewati dengan sukses dan berhasil. Dengan berbagai macam rasa yang menggelayuti setiap hari atas pekerjaan yang kita pikul di tempat kerja, maka sebenarnya hal itu akan menjadi rangkaian manis dan indah saat kelak kita akan mengenang bahwa saat kita bekerja mampu berbuat yang terbaik bagi perusahaan, juga untuk para sahabat dan saudara-saudara kita yang setiap hari berada di kantor yang sama


Sebenarnya, apakah bekerja itu menyenangkan? Betulkah bahwa dengan bekerja kita menjadi sehat lahir bathin? Betulkah bekerja itu akan mendorong semangat hidup kita semakin membara? Dan nyatanya, bekerja itu indah,nikmat, dan menyenangkan jika kita sadari bahwa kita tetap bisa bersyukur detik ini juga karena masih dapat tempat terhormat dan bekerja serta disediakan bangku empuk dengan titel pekerjaan yang saat ini disandang dan diamanahkan. Bahwa betapa menyenangkannya dapat bekerja dengan baik dengan semua karyawan yang menjadi staf di perusahaan ini sebagai sebuah keluarga besar, saling mensupport, mendukung dan saling memberikan input saat diperlukan. Bahwa ketidakberesan di satu posisi / bagian akan berimbas pada bagian lain adalah merupakan sebuah dinamika yang akan menjadikan kerja menjadi sebuah seni, sejurus kesenangan untuk saling bisa memberi bantuan untuk menolong sesamanya.

Selasa, 21 September 2021

Dasar-dasar Leadership Skill untuk Calon Pimpinan

Seorang pemimpin (leader) di dalam sebuah organisasi laksana nakhoda yang mengendalikan kapal. Disamping WAJIB memiliki skill dan pengetahuan tentang pekerjaannya seorang leader juga harus memiliki mental, emosi, serta sikap yang baik dan stabil (tidak mudah menyerah, galau, apalagi patah semangat).

Pengetahuan dan skill bisa dipelajari melalui buku-buku dan pelatihan hardskill, tetapi kecerdasan yang berkaitan dengan emosi dan spiritual harus digali sendiri oleh leader tersebut. Pada kenyataannya banyak leader yang tidak mengetahui bagaimana kecerdasan emosi dan spiritual itu di keluarkan dalam dirinya.

Pelatihan “Leadership Fundamental” ini akan membantu anda untuk menjadi leader yang cerdas secara ilmu (akal), matang dalam tindakan (emosi), dan bijaksana dalam mengatasi masalah (sikap).