Selasa, 07 Juni 2022

Penekanan & Penyelarasan Vokal dalam Telemarketing

 

Penekanan & Penyelarasan Vokal

Penekanan Vokal dalam Telemarketing

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang penekanan & penyelarasan vokal dalam telemarketing, Sekarang Anda lihat lagi contoh naskah berikut:

“Halo. Saya mega, dan PT Bale training menugaskan saya untuk bicara dengan Bapak’ untuk membantu Bapak melihat bagaimana Bapak dapat meningkatkan penjualan sampai 200%.. Saya hanya perlu bicara dengan Bapak’ sekitar 3 menit dan kemudian Bapak boleh memutuskan apakah kami dapat menghemat uang Bapak. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk bicara dengan saya?”

Pesan tersamar dicetak miring. Tentu pada saat Anda bicara ditelepon, prospek tidak dapat melihat kata yang dicetak miring ini, tekanan suara Andalah yeng harus membuatnya terdengar beda. Tetapi dalam melakukannya Anda tidak boleh membuat penekanan suara ini menjadi terlalu nyata, apalagi terdengar agresif.

Penekanan pesan tersamar harus halus. Penekana secara halus merupakan dasar ini  apa yang disebut pesan alam bawah sadar (subliminal messages). Pesan tersamar harus menonjol tetapi tidak boleh kentara. Cara termudah untuk menonjolkannya secara halus adalah dengan cara memperlambat laju verbal Anda untuk kata yang akan ditonjolkan (atau berhenti sepersekian detik sebelum dan sesudah kata tersebut), dan turunkan sedikit nada suara Anda. Dengan latihan, Anda dapat menyampaikan pesan tanpa seorang pun menyadari kata yang sedang ditonjolkan. Akan tetapi, otak akan mencatat penekanan itu dan bereaksi terhadap pesan tersamar.

Berlatihlah membaca contoh kalimat pembuka tersebut sampai Anda mendapatkan satu gaya vocal yang bersemangat dan meyakinkan, lalu turunkan nada suara Anda sedikit dan perlambat kecepatan bicara Anda untuk kata yang disisipkan/disamarkan. Perhatikan pula saat-saat dimana Anda boleh mengambil napas.

Penyelarasan Vokal dalam Telemarketing

Pada kesempatan berdialog dengan prospek, kita akan mendengar bagaimana cara dan gaya prospek berbicara; berusahalah untuk menyelaraskan gaya dan cara bicara Anda dengan prospek. Ini disebut penyelarasan vocal (vocal pacing).

Kita akan mempunyai kesempatan lebih banyak untuk melakukan penyelarasan vocal pada saat Kitaa bertemu muka dengan prospek. Apabila Anda menguasai keterampilan ini, Anda dapat menggunakannya untuk meningkatkan keakraban pada setiap kesempatan, termasuk pada saat Anda membuat janji. Dengan pertimbangan tersebut maka topik ini dibahas di bagian ini.

Teknik penyelarasan vocal dilakukan dengan cara menyesuaikan nada suara atau tone dan kecepatan bicara serta mnggunakan kosa kata yang sama dengan preferansi prospek. Misalnya, jika prospek Anda lebih banyak menggunakan kata-kata visual, maka Anda harus lebih banyak menggunakan kosakata visual juga, contoh:

Prospek          : “Dalam pandangan saya …”

Juru Jual          : “Benar sekali, Bapak dapat melihat itu dalam apa yang sedang saya

gambarkan saat ini…”

Prospek          : “Saya sebelum pernah mendengar sesuatu yang berbeda dari Anda…”

Juru Jual          : “Secara sepintas memang terdengar serupa, Pak. Dan bila…”

Penyelarasan vocal ini akan memperkuat dan menjaga keakraban dalam pembicaraan atau dialog yang tidak menggunakan naskah. Belajarlah untuk mendengar dan menanggapi secara efektif; serta berlatih untuk menggunakan sebanyak mungkin alternatif nada suara dan kecepatan bicara. Untuk keperluan latihan ini, bayangkan kita sedang berbicara dengan orang yang dikenal dengan sangat baik. Perhatikan nada suara, kecepatan, dan kosakata Anda dalam berdialog dengan orang tersebut. Tanpa latihan intensif, kita akan merasa canggung pada saat harus bicara dengan nada suara asli .

Kita juga bisa melakukan penyelarasan terhadap kata-kata dan frasa. Mengulang kata-kata atau frasa yang digunakan oleh prospek menunjukan bahwa kita mendengarkannya dan sekaligus membantu  untuk memperoleh cerminan (mirroring) tentang orang itu. Ini bermanfaat terutama jika kita berhadapan dengan prospek yang merasa enggan atau keberatan seperti contoh berikut ini.

Prospek          : “Saya nggak tahu. Ini membuat saya merasa tidak nyaman.”

Juru Jual          : “Baiklah Pak ari, saya tidak ingin ada sesuatu yang membuat Anda merasa

tidak nyaman. Mari kita lihat apakah Anda akan merasa lebih nyaman bila

Anda mendengar…”

Dapatkan video pembelajaran kami melalui Udemy kenali-potensi-diri-agar-siap-menghadapi-dunia-kerja

lanjutkan membaca artikel menarik lainnya Motivasi Untuk Anda Yang Bergelut di Usaha Dagang

untuk informasi pelatihan, bisa menghubungi kami di 0813 1161 2406; email : baletraining@gmail.com ; website www.baletraining.com

Kamis, 02 Juni 2022

Persiapan Naskah Telemarketing




Naskah yang disiapkan memerlukan keterlibatan aktif dari penelepon. Penjual harus menghayati apa yang sedang dikatakan dan bagaiman harus mnegatakannya. Penggunaan kata-kata dan jeda untuk bernapas memerlukan disiplin yang diatur oleh naskah, bukan penelepon.
Untuk mendapatkan manfaat dari naskah yang disiapkan, penelepon harus memiliki keterampilan dalam menggunakan frasa terkendali untuk menginterupsi pola yang umum dan penekana vocal untuk menyampaikan pesan tersamar secara efektif.
Naskah telemarketing manfaat dari naskah yang disiapkan, penelepon harus memiliki keterampilan dalam mengunakan frasa terkendali untuk mengintrupsi pola yang umum dan penekanan vocal untuk menyampaikan pesan tersamar secara efektif.
Naskah telemarketing pada umumnya memiliki panjang frasa yang serupa dan sudah dapat dikendali oleh prospek, seperti :

Selamat siang, apa kabar Bapak hari ini?”
“Selamat pagi, saya dari PT ABC”
“Bisa saya bicara dengan Direktur?

Setiap kalimat pembuka ini berakhir dengan jeda. Frasa yang sudah dikenali berakhir dengan jeda, ini membentuk satu pola. Orang dapat menerka apa yang akan diaktakan selanjutnya, pada saat inilah biasanya orang memutuskan hubungan telepon.

Jelas bahwa dalam hal ini pola yang sudah dikenali tidak membantu Juru Jual untuk menjaga agar prospek tetap mendengarkan apa yang akan dikatakan selanjutnya; tidak menarik; dan tidak membantu dalam membangun hubungan, apalagi keakraban.
Menginterupsi sebuah pola akan mengubah perilaku secara drastis. Orang menjadi waspada, bingung, dan memerlukan penyelesaian. Contoh, jika Anda mengulurkan tangan kepada saya untuk berjabat tangan, tetapi saya diam saja memandangi tangan Anda. Apa yang akan terjadi selanjutnya, tidak seorang pun tahu. Interupsi seperti ini adalah kunci pada bagian awal naskah Anda untuk membuat orang yang menerima telepon tetap mendengarkan anda, Contohnya:

"Halo, Saya Mega, dan PT Bale training menugaskan saya untuk berbicara dengan Bapak’ guna membantu Bapak untuk melihat bagainana Bapak bisa meningkatkan penjualan. Saya hanya perlu bicara dengan Bapak’ sekitar tiga menit dan kemudian Bapak boleh memutuskan apakah kami dapat membantu menghemat uang Bapak. Apakah saat ini waktu yang tepat untuk berbicara dengan saya?”

Perhatikan kali ini tanda untuk bernapas (‘) telah ditambahkan untuk menuntun Juru Jual yang menggunakannya. Ini merupakan anjuran untuk saat-saat Anda mengambil napas bila diperlukan. Perhatikan, tidak satu pun dari tanda-tanda ini terletak pada akhir kalimat. Bernapas pada akhir kalimat merupakan pola yang sudah dikenali. Untuk menginterupsi pola ini diperlukan pola napas yang berbeda. Tanda napas merupakan teknik yang membantu untuk menuntun pemakaiannya.

Dengan menginterupsi pola, prospek menjadi bingung untuk sementara waktu dan terbuka terhadap masukan. Akibatnya pada pertanyaan terakhir (“Apakah saat ini yang tepat…?”), pikiran bawah sadar prospek memerlukan penyelesaian dan akan menghasilkan keinginan untuk berkata “ya”.

Menggunakan frasa seperti ini memang tidak alami. Ini perlu dipelajari dan dilatih. Satu cara interupsi pola yang mudah adalah berhenti sejenak setelah menyebutkan nama Anda:

“Halo. Saya  Mega Mawarni…”
Tunggu kira-kira dua detik sebelum melanjutkan. Prospek mungkin akan menanggapi “Halo Mega” atau diam saja. Apa pun tanggapannya, penjual telah menciptakan kehampaan dan rasa ingin tahu yang tanpa disadarinya mengundang  untuk berbicara lebih lanjut guna mengisi kekosongan dan melepaskan rasa tegangnya.

baca artikel kami selanjutnya jangan-berhenti-melakukan-follow-up
Ingin mendapatkan pembelajaran via video training kilik link berikut keterampilan-menulis-bisnis-yang-lebih-baik

untuk informasi pelatihan, bisa menghubungi kami di 0813 1161 2406; email : baletraining@gmail.com ; website www.baletraining.com