Kamis, 28 Februari 2013

Coaching Leadership style





Leadership atau kepemimpinan merupakan imu yang mungkin tidak akan selesai kita pelajari sampai usia kita habis dimuka bumi ini. Mempelajari Ledership seperti halnya mempelajari manusia  dan budayanya, yang senantias berkembang. Peran lederhsip yang sangat vital baik di kehidupan personal, social ataupun professional dalam organisasi, membuat banyak para pakar maupun peneliti mencari cara-acara baru untuk memimpin guna mencapai tujuan yang diinginkan. Dalam konteks tujuan inilah di dunia nyata  sering terjadi kesalahan penilaian tentang apa sebenarnya alat ukur keberhasilan kepemimpinan, apakah tujuan perusahaan atau team yang kompak ataupun kontinuitas perusahaan dalam jangka panjang
Kita banyak mengagumi pemimpin karena otaknya yang brilian, keahliannya berstrategi, pengambilan keputusan yang tepat, keberanian mengambil risiko atau kemampuan membawa perusahaan tumbuh besar. Kita bisa melihat bahwa terkadang kesuksesan tidak berkorelasi dengan sikap pimpinan terhadap bawahannya. Steve Jobs, misalnya, melegenda lebih karena kekuatan inovasi, bukan hubungannya dengan manusia, begitu juga dengan T. Ford dll.
Ada bawahan yang bisa betah bertahun-tahun dalam organisasi yang dipimpin atasan yang tidak simpatik atau bahkan jelas-jelas suka mengadu domba. Keberhasilan mencetak laba dan melipatgandakan aset perusahaan memang masih menjadi indikator utama kehebatan seorang pimpinan, bahkan dijadikan ‘model’ manajemen yang dianggap ideal.
Pertanyaanya bagaimana dengan regenerasi? Apa yang terjadi bila para pemimpin hebat lupa pada bagian ini? Tidakkah kita dengan mudah melihat perusahaan segera akan mengalami krisis dan sulit mempertahankan pertumbuhan usahanya? Dalam situasi ini, masihkah kita menilai para pemimpin ini sebagai pemimpin yang efektif?
Pada tahun 2000, Harvad business Review memberikan informasi riset Daniel Goleman’s Leadership That Gets Results, a landmark 2000 Harvard Business Review study. Goleman and his team completed a three-year study with over 3,000 middle-level managers
Target dari kegiata ini adalah untuk mengetahui dampak dari perilaku dan gaya kepemimpinan seseorang dalam konteks profit perusahaan dan produktivitas team dalam menghasilkan kinerja terbaik.
Hasilnya
“The research discovered that a manager’s leadership style was responsible for 30% of the company’s bottom-line profitability! That’s far too much to ignore. Imagine how much money and effort a company spends on new processes, efficiencies, and cost-cutting methods in an effort to add even one percent to bottom-line profitability, and compare that to simply inspiring managers to be more kinetic with their leadership styles. It’s a no-brainer”.



Riset Goleman juga menemukan 6 gaya kepepimpinan yang cocok dalam beberapa konteks :

Jenis  kepemimpinan
Gaya Kepemimpinan
Konteks Kepemimpinan
The Pacesetting Leader
do as I do  know”
Diperlukan saat team sudah termotivasi dan ada kebutuhan yag cepat
The authoritative leader
“Come with me.”
Dibutuhkan saat team leader adalah seorang senior dan team membutuhkan visi baru serta arah saat terjadi perubahan . Gaya ini aka sulit saat team yang dipimpin para expertise atau mereka yang lebih senior
The affiliative leader
“People come first.”
Dibutuhkan saat leader membutuhkan penumbuhan kepercayaan, namun penggunaan gaya ini berlebihan akan mengakibatkan penurunan kinerjea
The coaching leader
“Try this.”
Gaya yang sangat cocok untuk berbagai kondisi, terutama saat perusahaan ini agar team mengeluarkan potensi terbaknya danmenaga kelangsungan perusahaan dalam jangka panjang
The coercive leader
“Do what I tell you.”
Sangat tepat dalam kondisi perusahaan sedang krisis
The democratic leader
“What do you think?”
Sangat tepat ketika leader ingin team punya ownership of a decision, plan, or goal, atau saat leder kurang yakin dan butuh ide dari  teammates. Gaya ini tidak cocok dalam kondisi emergency

Dari table diatas kita bisa lihat dalam kondisi perusahaan yang serba berubah dan juga trend  pasar yang perlu diikuti trend , dibutuhkan perusahaan yang bisa beradaptasi cepat dan  program regenerasi Leader yang efektif  untuk memastikan perusaaan bisa bertahan saat ini dan dalam masa yang akan datang. Dalam konteks ini gaya kepepimpinan Coahing Leader yang paling tepat.
Tulisan ini tidak akan membahas tentang coaching yang sudah banyak dibahas oleh para penulis lain diberbagai web ataupun blok, tulisan ini ingin membahas Mengapa coaching leader dianggap paling tepat dalam konteks kegiatan perusahaan sampai saat ini. Kita semua tahu bahwa Coaching bukan proses Mentoring, Konsultasi, atau Terapi. Coaching juga bukan sekedar proses kasih Motivasi yang  akhirnya redup beberapa bulan kemudian.  Setidaknya ada 5 alasan mengapa gaya kepemimpinan coaching leader diperlukan :
  1. Faktor Intangible,  merupakan fakta yang mempengaruhi kinerja team, namun memang sulit diukur. Hal-hal seperti Pengembangan manusia, penguatan budaya, reputasi dan image perusahaan memang hal yang ‘intangible’. Sampai hari ini pun mengukur laba jauh lebih mudah daripada mengukur ‘suasana kerja yang menyenangkan’. Banyak orang masih senang memperdebatkan mengenai “Apa hubungannya suasana menyenangkan dengan laba perusahaan?”, “Benarkah sikap kerja produktif betul-betul bisa melipatgandakan produktivitas?”. Di sisi lain, kita bisa melihat ada calon karyawan mengundurkan diri dengan alasan, “Perusahaan itu suasananya tidak menyenangkan, atasannya sangat cuek.”. Meski susah diukur, kita tahu memang hal-hal intangible ini adalah aset yang nyata-nyata ada. Itu sebabnya pemimpin ataupun organisasi yang berani memutuskan budget signifikan untuk menumbuhkan kepemimpinan, memperkuat leadership, maupun menyuburkan budaya positif di organisasinya bisa kita sebut punya visi masa depan yang jelas dan kuat.Kebutuhan kita semakin jelas. Kita butuh membangun tempat kerja yang ‘hidup’, di mana pikiran, talenta  dan hati bersinergi satu sama lain. Kita butuh menyusun barisan yang bisa berespon terhadap perubahan yang tak terduga, dan berkecepatan seperti kilat ini. Kita tidak lagi bisa mengkontrol kekuatan pengambilan keputusan dari ‘kursi’ kita sendiri. Kalau bisa, seluruh karyawan dipersiapkan untuk berjaga-jaga dengan membentuk pemahaman, pengembangan dan kemampuan belajar yang tinggi, sehingga apapun perubahan, perusahaan bisa dengan fleksibel menanggulanginya. Dalam konteks inilah coaching dibutuhkan untuk mmberi kesempatan semua hal yang produktif baik dari keselarasan pikiran, potensi individu dan team serta berbagai hal yang tidak terlihat, bisa hadir menjadi leverage kesuksesan team guna membaga organisasi menuju puncak prestasi tertinggi.

  1. Faktor Tangible Selain faktor diatas tentulah, hal-hal yang menyangkut profit, sales target, hharga saham dan berbagai hal yang tangible lainya tetap harus menjadi perhatian.  Pemimpin perlu menyadari juga bahwa factor tangible adala alat evaluasi untuk megukur kemampuan team dalam mengikuti rencana kerja serta ara kegiatan yag telah ditetapkan. Pada saat inilah pemimpin perlu mempraktekkan kemampuan komunikasi tingkat tinggi, kemampuan mendengar, bersabar, menunggu, dan merancang tugas-tugas progresif timnya, agar target bisa tercapai sesuai dengan yang ditetapkan. Kembali semua ini hanya bisa dilakukan bila gaya coaching dalam kepemipinan di terapkan.

  1. Faktor Kinerja, Setiap perusahaan ingin para individu dalam organisasinya menghasilkan kinerja maksimal demi terwujudnya tujuan organisasi. Hanya sering sekali, dalam keseharian terjadi kesenjangan antara misi pribadi maupun misi perusahaan. Misalnya kasus yang sering terjadi Seorang sales, yang secara internal dirinya merasa tidak bakat dalam pekerjaanya, Karyawan yang frustrasi karena pekerjaanya tidak sesuai dengan disiplin ilmu yang diberikan, Karyawan yang merasa masa depanya tidak sesuai harapan diperusahaan dan banyak lagi. Untuk mengatasi ini, perusahaan bisa mempercayakan pada para pimpinan yang mempunyai coaching skills, untuk melakukan penyelasaran atau Goals alignment untuk menyelaraskan antara corporate goals dan personal goals serta bersama-sama mengejar goals melalui pengembangan potensi dirinya secara maksimal

  1. Faktor  Jenjang Karir, dalam beberapa bahkan banyak industry kita masih sering melihat atau mendengar salesman top menjadi manajer, komputer programmer yang piawai kemudian menjadi team leader. Padahal tidak ada jaminan bahwa para profesional ini bisa mengakselerasi kinerja. Mereka bisa menggerakkan dirinya sendiri untuk berprestasi, tetapi bisakah menggerakkan orang lain dan timnya? Kompetensi teknis memang senantiasa menjadi jalan bagi individu untuk menapaki karier ke posisi leader. Namun, saat kita di posisi yang menuntut pengelolaan anak buah, kita perlu segera mengembangkan kemampuan interpersonal kita, seperti berkomunikasi, memberi masukan, mengajak, bersabar, mendengar, berkonfrontasi dan menanggulangi konflik. Kita juga belajar menyeimbangkan kekuatan kita dengan faktor-faktor eksternal seperti strategi, prioritas, dan hasil disamping ‘values’, sasaran, dan ‘self awareness. Pada saat inilah seseorang perlu melangkah lebih jauh dan mulai mempersiapkan kompetensi ‘coaching’ dalam kepemimpinannya.

  1. Faktor Pengawasan & evaluasi, Pemimpi perlu memaham bahwa cara mengawasi secara ketat dan melakukan evaluasi terus menerus akan membuat dirinya terjebak pada rutinitas, yangmengakibatkan tidak ada pengendali jalanya group atau unit team. Cara pengawasan ini melelahkan bahkan membuat stress para pemimpin. Padahal para pemimpin ini perlu juga belajar lagi, seperti membuka buku, ikut seminar atau hal lainya yang bisa membuat dirinya skillfull dalam memimpin. Dalam konteks inilah coaching sangat efektif digerakan, coaching akan membantu karyawan mempunyai “automatic inner motivation” untuk mencapa prestasi terbaik dari yang bisa mereka capai
Tantangan terbesarnya saat ini adalah bagaimana mengajarkan tehnik coaching untuk para manajer maupun leader di perusahaan? Mengingat coaching bukanlah sebuah skill yang sudah dimiilki sejak lahir dan hanya sedikit lembaga training mengajarkan tehnik coaching untuk para leader secara komprehensif untuk menjadi “effective Coach”
Tehnik kompetensi coaching skils sangat berberda dengan gaya manajemen atau supervisi yang ada, coaching merupakan ilmu baru yag perlu di pelajari secara komprehensif. Bisa jadi hanya dihitung dengan jari lembaga yang mengajarkan tehnik coaching yang efektif secara komprehensif. Dan dalam hal ini BALE training merupakan salah satu institusi yang perdul bersama universitas azzahra mengadakan pelatihan untuk para leader yang dipadukan dengan konsep danmetodologi tehnik NLP atau neuro inguistic programming. Nama pelatihanya adalah “Neuro Linguistic coaching Leader”
Sekarag semua kembali pada organisasi, pembuktian serta riset coaching dari berbagai institusi sudah sangat banyak , lembaga yang siap mengajarkan tehnik coaching pun sudah ada serta fakta-fakta dilapangan membuktikan bahwa perusahaan yang akan bertahan dan melaju menuju prestasi puncak karena didukung kemampuan leadernya dalam membangun team solid yang penuh ambisi meraih kinerja tertinggi dari yang bisa dicapai oleh team. Dan anda tentu setuju, bahwa yang dibutuhkan untuk mewujudkan semua ini adalah kepemimpinan dengan gaya coaching.


Rabu, 27 Februari 2013

SELF HYPNOTHERAPY FOR PERFORMANCE –SHP TM Steps by steps to achieve maximum performance



Kekuatan otak seseorang menjadi aset paling berharga dalam sebuah perusahaan Michael J. Marquardt, Ed.D. Professor HRD & International Affair George Washington University
Kita semua paham atau mungkin pernah baca bahwa otensi dan kapasitas otak kita sangat luar biasa, namun otak kita juga masih tidur. Kita belum menggunakan seluruh kehebatan otak. Kita baru menggunakan kurang dari 1 % dari seluruh kapasitas dan potensi otak. Tahukah anda bahwa kalau kita bisa menggunakan 8 % saja, maka kita bisa menjadi profesor di 8 cabang ilmu yang berbeda-beda, dan bisa menguasai 18 bahasa asing. Otak didesain untuk belajar dan menyerap ilmu, kalau tidak, maka mansuia sudah punah sejak puluhan ribu tahun lalu. Kemampuan belajar dan adaptasi otaklah yang membuat kita mampu bertahan hidup, dan sangggup menguasai alam.
Pertanyaannya sekarang jika otak sebegitu canggihnya, mengapa kita sering menemukan kinerja team yang merosot? Para karyawan yang malas ataupun tidak berprestasi? Kita pasti pernah mengalami lupa, sulit konsentrasi, dan sulit memahami pembicaraan lawan bicara, dan lain-lain. Itulah akibat dari miss management otak. Otak memiliki kemampuan super, dan punya kemampuan berjuta kali dari komputer canggih. Kecanggihan otak ini sayangnya, bisa terhambat kinerjana bila ada program sabotase yang membatasi cara kerjanya.  Sabotase ini berada di bagian dalam dari pikira manusia, yang perlu ilmu khusus untuk membongkarnya serta menghancurkan sabotase yang ada, agar otak bisa digunakan secara masimal.
Sekarang bayangkan ………
Apa yang terjadi ketika para karyawan bekerja maksimal berlomba dengan dirinya untuk mencapai hasil terbaik yang bisa mereka capai…….
Bayangkan para individu bekerja dalam suasana yang nyaman tapi penuh perlombaan mencapai pretasi terbaik dengan cara yang professional…
Apa yang terjadi dengan kinerja perusahaan anda…….
Profit perusahaan…., kepuasaan para pemegang saham….., bonus yang didapat karyawan……. Dan…. Bagaimana dengan mitra kerja perusahaan yang juga ikut terkena dampak yang menguntungkan….
Bila anda suka dengan bayangan diatas, kirimkan para karyawan ANDA di pelatihan
SELF HYPNOTHERAPY FOR PERFORMANCE

Less Theory!..., Full Techniques!..., Limited Seats!...,
Benar – benar hanya untuk 20 peserta saja.

FREE !
CD Audio Live Coaching for Your Training
Souvenir Bale Training
CD Audio Relax and Recharge 


Benar – benar pilihan tepat bagi Anda yang ingin memiliki Team yang bekerja menuju PRESTASI TERBAIK dan secara PROFESIONAL.
Rubah kinerja perusahaan secara siginikan dan berikan SKILL KHUSUS pada para Personil di PERUSAHAAN ANDA untuk mengelola otaknya sehingga menjadi LEVERAGE kinerja menuju KESUKSESAN perusahaan anda sampai LEVEL MAKSIMAL.

Manfaat Pelatihan untuk ANDA dan PERUSAHAAN
1.      Mempunyai skill untuk menyelesaikan mental block yang menghalangi kinerja selama ini
2.      Mempunyai skill untuk tampil percaya diri menghadapi siapapun
3.      Mempunyai skills untuk terus berlari mengejar prestasi
4.      Mempunyai skill untuk tetap mempunyai energy positif dalam konteks apapun
5.      Skill untuk focus pada tujuan
6.      Skill untuk melakukan instalasi program mental yang baru
7.      Kemampuan untuk motivasi dan menerapkan disiplin diri, untuk menggali dan mengembangkan potensi diri dalam pekerjaan dan dalam bisnis.
8.      Anger Management – mengendalikan Emosi dan Marah.
9.      Stress Management – mengontrol level Stress & Depresi dalam hitungan detik.
10.   Fear Management – Tampil Pede, mengontrol Rasa Takut, Cemas dan mengatasi Fobia.
11.   Mengatasi Kebiasaan & Perilaku Negatif seperti merokok, makan berlebihan dsb.
12.   Dan masih banyak lagi manfaat di bidang lain yang sama sekali belum terbayangkan oleh anda sebelumnya, batasannya hanyalah KREATIFITAS dan IMAJINASI anda.
Bayangkan hebatnya!...,  Seandainya Anda memiliki hal-hal dahsyat diatas...

TEHNIK YANG DIAJARKAN
1.      Tehnik Time Line Therapy
2.      Tehnik Self Talk Therapy
3.      Tehnik instalasi program mental baru
4.      Tehnik saklar pikiran
5.      Tehnik Penyelarasan Goal setting
6.      …. Banyak lagi

JADWAL TRAINING
28 Maret 2013
26 April 2013
13 Mei 2013
03 Juni 2013
19 Juli 2013
16 September 2013
17 Oktober 2013
25 Nopember 2013
09 Desember 2013


INVESTASI

Rp. 1.500.000,-/ peserta

(sudah termasuk Coffee Break + Lunch, modul dan sertifikat)
Special Bonus : (CD Audio Relax and Recharge) + Souvenir BALE TRAINING +

………SPECIAL Offer utk pendaftaran group……………….
Daftar 5 org hanya invest Rp 3.750.000,-
Daftar 10 org hanya invest Rp 4.500.000,-

Harga Spektakuler untuk Company Training….
HANYA Rp 7,5 juta untuk 20 Peserta dari 1 Perusahaan…!!!

SIAPAKAH TRAINER ANDA ?
Ari  Winarman MM, International certified NLP Coach, Certified NLP Master practitioner, certified NS NLP Practitioner, Certified EFT level 2, Certified Quantum touch practitioner, certified Talent Management, Book Writer QLS (spiritual NLP), Experience trainer for more than 10 years.
Team Trainer BerSertifikasi.

REGISTRASI SEKARANG !

F O R M U L I R   RE G I S T R A S I

Tanggal Registrasi       : ______________________________________

Perusahaan /                : ______________________________________
Instansi

Alamat                          : ______________________________________

No. Telepon & Fax        : ________________ / ____________________


Penanggungjawab        : ______________________________________
Registrasi

No. Telepon / HP          : ______________________________________

Tanda Tangan              :
Penanggungjawab
Registrasi
 

  ______________________________________
                                           Nama jelas & stempel perusahaan / instansi



PT BALE SERVICES TRAINING
Jl. Otista III C.15 Jakarta Timur
Telp. (021) 32839494 Fax. | (021) 79191072 | Direct Call 081311612406 ; 085959937371 |